Kenali Tanda Anak Sedang Stres Sebelum Terlambat | Menurut sebuah survei nasional yang dilakukan oleh situs asala kesehatan Amerika Serikat, WebMD, kebanyakan orangtua tidak menyadari munculnya tanda-tanda anak stres. Ini bisa jadi disebabkan oleh suatu pemahaman keliru bahwa cuma orang dewasa yang bisa stres. Padahal anak lima tahun sampai usia remaja juga mungkin diserang stres.
Penyebab anak stres tentu bermacam-macam. Misalnya masalah dalam keluarga, tuntutan belajar dan bersaing di sekolah sangat tinggi, ada anggota keluarga yang sakit keras, atau tekanan sosial dari lingkungan pergaulannya.
Anak-anak dan remaja umumnya belum bisa memahami dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Mereka sendiri bahkan tidak sadar kalau yang dialaminya adalah stres. Oleh karenanya, sudah menjadi tugas Anda sebagai orangtua untuk membantu mengenali gejala-gejala stres pada anak dan remaja.
> Gejala Stres Pada Anak
Mengalami mimpi buruk ketika tidur adalah salah satu ciri umum yang dialami ketika si kecil sedang stres. Biasanya ia akan menolak ketika disuruh tidur. Anda dapat mengatasinya dengan menemaninya sampai tertidur atau membacakan cerita-cerita dongeng sebelum tidur.
- Susah Konsentrasi ketika Belajar
Tekanan untuk mendapat nilai bagus terkadang menjadi penyebab stres pada anak. Apalagi jika orang tua sering membanding-bandingkan anak dengan teman sebayanya. Untuk itu, Anda sebagai orang tua harus menghilangkan kebiasaan tersebut. Hargai usaha anak dengan mengucapkan pujian dan beri motivasi optimis agar ia bisa mendpatkan hasil lebih baik.
Beberapa anak cenderung melakukan perilaku agresif ketika mereka sedang stres. Menendang, memukul, menggigit dan juga berteriak adalah contoh gejala anak sedang stres. Anda dapat mencoba berkomunikasi dengannya dengan mengobrol pelan-pelan. Jika cara tersebut tidak berhasil, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter atau ahli terapi.
Anak yang sering merasa gelisah akibat stres cenderung mengompol ketika tidur. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak pikiran yang ada di kepala si kecil sehingga ia lupa untuk pergi ke toilet. Ketika anak mengompol, sebaiknya Anda tidak memarahinya. Anda dapat meminta kepadanya untuk lain kali pergi ke toilet jika ingin buang air.
Berlari-larian, marah-marah dan terus menerus melawan perkataan orangtua bisa disebabkan oleh stres yang diderita anak. Anak melakukan hal tersebut untuk melepaskan energi negatif yang ada di dalam dirinya. Cobalah mengajak Anak anda untuk melakukan olahraga untuk mengarahkan perilaku hiperaktifnya ke arah positif.
Ketika anak diam, bukan berarti ia sedang merenung. Bisa saja ia berdiam diri akibat merasa takut atau tidak diperhatikan. Apalagi jika ia menolak di ajak bermain oleh temannya. Mungkin saja ia mengalami stres di sekolah. Coba berkonsultasi dengan guru di sekolah untuk mengatasi masalah tersebut.
- Gangguan tidur dan pencernaan
Sering mengalami sakit perut atau susah tidur juga bisa disebabkan oleh stres yang dialami oleh anak. Jika anak Anda tiba-tiba mengalami perubahan pada pola makan, sering sakit perut, dan susah tidur ada baiknya Anda segera menemui dokter untuk meminta pertolongan.
> Jangan Mengabaikan Stres Pada Anak
Kalau anak Anda sudah menunjukkan berbagai gejala stres, jangan diabaikan. Stres yang dibiarkan bisa berdampak negatif dalam jangka panjang. Anak stres lebih rentan mengidap gangguan jiwa seperti depresi. Selain itu, karena perubahan pola makan akibat stres, anak pun makin berisiko mengalami kekurangan gizi atau kelebihan berat badan.
Dampak lain yang mungkin muncul adalah menurunnya prestasi di sekolah karena anak tidak bisa konsentrasi belajar. Untuk menghindari berbagai komplikasi anak stres, ajak anak mengobrol soal tekanan yang sedang ia hadapi. Dari situ, bantu anak untuk memahami keadaannya sekaligus mencari solusi terbaik. Bila stresnya tak kunjung reda, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli konseling anak dan keluarga.
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :
Kenali Tanda Anak Sedang Stres Sebelum Terlambat
0 komentar:
Posting Komentar